mardi 29 novembre 2011

Between the 'missing' and 'losing'...

'Kangen' dan 'kehilangan'.

'Missing' dan 'losing'.

Di bahasa Inggris 'missing' emang nyerempet 'losing' karena 'missing' bermakna ganda, bisa kehilangan sesuatu, dan bisa juga kangen akan seseorang.

Tapi, gue baru sadar. Kalau sebenernya, emang rasa kangen itu adalah suatu bagian dari kehilangan. Kehilangan presence dari sesuatu yang biasanya mengisi hidup kita. Kehilangan seseorang yang juga (dulunya) sangat berarti buat hidup.

And mostly, rasa kangen itu bikin kita untuk ingin kembali seperti dulu. Menyelami kenangan-kenangan masa lalu. Inget-inget masa bahagia ketika masih ada 'dia'. Yang akhirnya bakal bikin orang itu jatuh ke lembah 'galau'.

It's hurts to see someone we loved to see them happy without us. Ingin rasanya dia tersenyum, tapi karena kita. Cuma buat kita. Tapi ini egois... banget. Kita nggak bisa mengekang seseorang cuma buat kita seorang. Everyone have their rights to free, as free as a bird.

So that's why I set you free, by setting 'friends with benefits' out of reach. I know that I'm bothering you with all my childish actions, my being burden won't help you achieve your goals.

It's hurts, you know. But this is for the best, for both of us. You can managing your organizations freely, and me, I keep moving forwards by focusing on my future. No more 'boy things', no more distraction from the others.

And I have to be ready when you fall in love with someone else. I have to be ready when you find your happiness, when your source of happiness isn't me anymore. Like... now.


It's funny that I'm in tears now, when my words and mind telling myself to be sincere. But hell, I'm just a girl, having a fragile heart. Just wish that love isn't hard like it is now.


So when you found your love someday, I'll be watching in a distance. Even though I'm crying, deep down, I'm smiling too. If you're happy, then I'll be happy too.


Just one wish. Just don't forget me, 'kay?


dimanche 27 novembre 2011

Between Germany and France.

My mom choose Germany over France.


Me, being a rockhead in the family, choose France.


Gak tau harus gimana. Masih mau ke Perancis ini maa.

samedi 26 novembre 2011

Life isn't linear instead.

Evaluasi hidup.

Dulu, pas TK, gue nggak kebayang mau sekolah SD dimana. Cuma ditawarin dari 2 sekolah yang udah gue ikutin tesnya (dan Alhamdulillah keterima), dan gue pilih SDNP Komplek IKIP Jakarta. Setelah itu, gue kebayang mungkin gue bakal sekolah di SMPN 115 mungkin, atau 216. Eh malah 'nyasar' ke 199. Setelah itu, gue pingin SMA di Taruna Nusantara, Magelang, dan sekarang, malah 'nyasar' lagi di 81.

Hidup itu, jelas, nggak seperti yang lo inginkan. Tergantung bagaimana lo berusaha, and there you go, dapetlah kesempatan hidup seperti yang lo mau. Dengan faktor 'doa' juga sebenarnya.

Tapi, ketika lo, tiba-tiba, melenceng dari apa yang lo mau, apa yang bakal lo lakukan? Nggak bisa mutar balik waktu lagi, jelas. Tapi apa lo menyerah untuk mendapatkan step selanjutnya yang lo mau? Atau berusaha (lagi), walaupun dari 0, buat ngedapetinnya? Atau cuma ngejalanin hidup lo yang udah melenceng ini sehingga syukur kalau dapet, nggak ya gapapa?

Cuma berharap kalau seluruh langkah yang gue ambil adalah langkah yang dirahmati Allah SWT. Kalau itu langkah yang benar-benar terbaik (buat gue) yang bisa gue ambil saat itu, dan bukan langkah yang akan gue sesali. Dan kalau itu melenceng dari apa yang gue rencanakan dan inginkan, just lemme try a thousand (or moretime again. Believe me, I WILL have my path gleam with glory.

Kali ini, gue merencanakan kuliah S1 di ITB, fakultas SAPPK jurusan Arsitek. Dan dilanjutin di Sorbonne, Paris, Perancis. Mari kita lihat untuk kira-kira 10 tahun kedepan.

Don't be a drag, just be a queen.


So hold your head up, girl, and you'll go far.

mercredi 23 novembre 2011

Past. Present. Future.

Gue orang yang sering inget-inget masa lalu. Mengingat, mengenang. Yang kadang-kadang bisa berubah jadi galau -_-. Tapi... Siapa sih yang nggak pernah gitu? Pasti pernah, cuma liat frekuensinya, sering apa nggak.

Gue sekarang nggak mau ngomongin lovelife, cuma mau ngomongin diri gue sendiri aja. Gue kok ngeliat diri gue dulu itu kok... Careless bgt, yet perfectionist. And not a procrastinator.

Sekarang setelah kesini... Kok rasanya gue jadi beda ya? Udah gak rajin lagi, udah jarang banget ketemu sm yang namanya 'seni', sering males, sering bete, sering badmood... Dulu rasanya gue hidup plong-plong aja gitu.

Hfft. Gue tau gue nggak boleh gini, makin banyak jeleknya daripada buruknya. Dan ini juga bukan mau gue. Dan gue juga bingung, kenapa gue bisa kayak gini???

Huh. Mungkin udah... takdirnya kali ya gue harus jadi begini. Entah gimana gue di masa depan.

Di masa depan... Jelas gue nggak boleh nunda-nunda pekerjaan lagi. Nggak boleh lupa-lupaan. Nggak boleh bete terus. Nggak boleh negative thinking terus. Nggak boleh males mulu. Nggak boleh mager. Dan harus yakin bisa ngelakuin ini semua.

Doakan Dessy ya teman-teman :)

samedi 19 novembre 2011

Daftar PR. (updated)

Ya, gue tau hari ini hari terakhir libur SEA games. Ya, gue tau hari ini sucks sekali. Tapi lebih sucks lagi karena PR gue masih numpuk.


Ini daftar PR gue:

1. Kimia. Tentang faktor pergeseran kesetimbangan. Ditulis di folio, pakai pulpen.

2. Seni Rupa. Buat poster tentang SEA games. Tentang persatuan bangsa. Di A3. Dikasih garis batas 2 cm.

3. Fisika. 20 soal gabungan bab 4 dan 5. Di kertas selembar.

4. Matematika. Korelasi tentang SEA games. Rencananya, ngukur skor sepak bola. Kelompok.

5. Olahraga. Tonton SEA games, video-in, bikin laporan. Taruh di CD.

6. Olahraga. 4 gerakan senam lantai.

7. Bahasa Indonesia. Artikel tentang SEA games. Kelompok.

8. Bahasa Indonesia. Karya tulis.

9. Bahasa Jepang. Apa yang dilakukan 5 teman pada pagi dan malam hari.

10. Bahasa Inggris. Descriptive text tentang SEA games.

11. Bahasa Inggris. Narrative text buat ngambil nilai Speaking, dibacain di depan kelas.

12. Sejarah. PPT tentang sejarah SEA games dan profil negara-negara (min. 4). Kelompok.


Dan yang udah gue kerjain adalah:

1. Narrative bahasa Inggris.

2. Seni rupa 40% lagi.

3. Video SEA games.

4. Sejarah.

5. Fisika, 8 nomor lagi.

6. Jepang, 2 orang lagi.

7. Karya tulis tinggal seperdelapan.

8. Kliping.

9. Matematika.

10.  Senam Lantai.

11. Narrative tinggal latian baca sama hapalin.


Berarti 50% lagi harus gue tuntasin hari ini. Selamat yah Dess :').

-_-. Kenapa pada tanggal bagus gue harus stuck di rumah ngerjain PR? Hfft harusnya kemana gitu, jalan-jalan kek, nonton kek. Oh iya, Breaking Dawn part 1 baru release! Tapi gaada temen buat nonton. #foreveralone.

Ada yang minat nonton Breaking Dawn bareng gue? :')

samedi 12 novembre 2011

So, if this is what people called love...

I don't know.

It's like when you start falling head over heels to someone, he/she says that he/she loves you too, then you're rejected, you avoid that person for a while but that person still trying to get your attention, wanting to start from the beginning.......

I already say that we're already over. No 'friend-with-benefit' thing, not anymore. Were just friends. Plain friends. But somehow you still managed to tag along. To find a place beside me all the time.

It bothered me.

I know that we can't be like that anymore. I can't. I'm not used with those heartbreaks, the sound that my friends called it 'krompyang' or whatever it is. I, surely know that I have to focus with my future. To focus with all the tasks people gives me. To whatever challenge that will came along. I'm sure this is the right thing to do.

But you, you crashed it all. Again. Yet I can't find your ulterior motives. Why you? Why always you?

And yet, the stupidest thing alive is.... I still find myself grieving over you. Still love you. After all what you did before, after what I become after, I truly hate it.

Even if I managed to be cold to you, you still break my heart' coldness with warmth. It melt. Yet I don't like it. And I just wanna shout to the core of me: WHY in the world you have to be like this? He dumped you, girl! Hang on! Move on! But still, it didn't respond.

Being plain friends, is all I want. Is my logic wanted it to be. But my heart? Not so sure.

I think self sacrifice is what I mastered the most. Look now. I'd still have to learn.

dimanche 6 novembre 2011

My current love

Now I'm with love with these:



Yak. Novel, seperti biasa. Yang ngenalin ini ke gue itu Astri. Gue kira kayak Vampire Diaries gitu kan, eh ternyata bedaa! Yaudah deh gue pinjem, gue baca. Karena di Indonesia belum keluar semua yang terjemahannya, akhirnya gue download e-booknya dr internet yang bahasa Inggris wkwk. Berasa dewa -_-

And I'm with love with this character.


Yap. Adrian Ivashkov. Bukan cowok yang di gambarnya ya -_-, tapi karakternya. Disini Adrian tuh kayak anak yang dicap jelek gitu, bangsawan, stylish, alcoholic, dan smoker. Tapi dia bisa baca aura sama ngunjungin mimpi orang, keren kan? Dia juga akhirnya bisa nyembuhin patah tulang gitu. Dan bisa ngekompulsi (baca: mengaruhin orang pakai bawah sadar) juga, walaupun lemah.

Keliatannya negative banget sih pas di awal, tapi dia suka sama si karakter utama yang namanya Rose. Rose ini udah jatuh cinta sama Dimitri, tapi akhirnya Dimitri berubah total dan ninggalin Rose. Rose mau nyari Dimitri, mau ngelakuin quest terakhirnya, dan akhirnya pergi ke Adrian buat minta uang. Adrian ngasih, dengan syarat kalau Rose balik, mereka mau nyoba ngejalin hubungan karena sebenernya... Adrian sayaaang banget sama Rose. Bahkan sampai rela-relain nyoba stop minum-minum dan stop ngerokok, demi Rose. Dan minta izin ke ibunya Rose buat nge-date. Bahkan sampai ditakut-takutin sama Bapaknya Rose -_-" keren banget kaan sampai kepikiran kayak gitu? Pokoknya dia tuh sampai rela ngelakuin apa aja ke Rose! *faint*

Banyak detil yang bikin gue suka sama dia. Pokoknya..... I'm head over heels in love with you, Adrian! Rose is blind. She have no idea about how perfect-yet-have-flaws you are.

Adrian sampai bikin gue berpikir begini: "Kalau gue besar nanti, gue mau nyari suami yang nama belakangnya Ivashkov."

Cheers for Lord Ivashkov, Adrian!