jeudi 19 janvier 2012

Beginning journey of 2012.

Jujur, gue nggak pingin galau.

Siapa sih yang pingin galau? Galau itu tersiksa, lahir dan batin. Batin karena rindu-rindu nyesek, Lahir (raga) karena nggak bisa dan/atau nggak punya kemampuan untuk menggapai si 'dia'.

And yet, my 2012 resolution failed.

Jujur, gue sempet galau.

Beda banget sama alasan gue galau dulu. Kemaren-kemaren gue menggalau untuk alasan yang jauh berbeda. Orang yang berbeda. Sifat yang berbeda.

Nyesel kenapa harus terjadi kayak sekarang. He's happy with his gf now, not that I have to object. I have no right to step between them.

Tapi kenapa hubungan gue sama dia nggak sebaik dulu? Dulu disini bukan pas gue 'masih' sama dia, tapi ketika masih belum bareng. Smsan gak jelas ketika salah satu dari kita yang memulai. Wtw di facebook. Giving comments on each other statuses. Lirik-lirikan gajelas di kelas (which is won't happen again, y'know...). Dicengin sekelas. Dipasang-pasangin sama guru.

Can we... Start it all again? As my best friend? 2 bulan mungkin bukan waktu yang singkat, tapi jelas lebih baik dari 2 minggu. Sebelum itu pun kita udah kenal kira-kira 6 bulan... Which is... Not a very short time.

Now, we're approaching our 2th FAILED anniversary. 2 and half years, I never, ever, regretting every moments I've spent with you. Never regret anything that I do, with you. Well just one, when I took my decision to broke up.

But still, it almost 2 years. Can we started again?

-----

Thanks God, you still tell me that your love for me is endless. Into this time, you keep reminding me that I have to cry less and smile more, with your kind, sensitive, somehow strange, and amazing creature.

Dia ngingetin gue disaat gue lagi down -dan galau- banget, telling me that I have to got up and enjoy my little precious time. Bilangin gue kalau akhir-akhir ini muka gue bete terus. Tau kalau semua keriangan yang gue pasang -entah di twitter atau dunia nyata- itu palsu. Tau kalau gue lagi ada masalah, dan sebenernya terbuka buat gue curhat sama dia.

Dan dia adalah orang yang nggak pernah gue sangka bisa deket... dan nggak pernah gue sangka dia bisa ngebangkitin gue dengan cara kayak gini. Dengan bahasanya yang aneh, dia bilang kalau di blog gue kebanyakan isinya galau. Bisa bikin gue curhat secara terbukanya tentang orang yang gue keselin setengah mati, yang selalu ganggu gue entah lewat sms, twitter, atau bahkan... presence dia di dunia nyata. Bisa bikin gue ketawa, setelah gue marah-marah sampai rasanya pingin nangis saking keselnya. Bisa bikin gue berpikir jernih setelah ngalemin hari yang super-duper-nggak-gue-banget.

Hari ini, tepatnya setelah pulang sekolah:

"Des, hari ini muka kamu nggak bete-bete banget deh."

With your simple, but strange words, you made my afternoon.

dimanche 15 janvier 2012

Page 15 of 366.

This is January 15, 2012.


So far, how's 2012? Mine being so good. Udah ada beberapa resolusi 2012 yang gue jalanin. Rada stress karena banyak pekerjaan, but it's ok. Udah gak galau, udah mulai nyatet di pelajaran yang bahkan gue nggak megang pensil sama sekali (re: Fisika), walaupun kadang suka tidur tapi masih tetep ngerti sama apa yang diajarin sama guru.

Project belum kelar. Ada 2 project di awal tahun dan semuanya tentang dan buat MPK -_-. Yang pertama bikin mading sama Zuri Oji. Yang kedua, bikin rak buat nyimpen arsip surat sama 6 komisi. Yang berarti, harus bikin 3 rak tumpuk 3 -_-.

Tugas masih numpuk (alamak -_-"). Laporan Pengawasan TO, sama baru-baru ini lagi jadi penanggung jawab lomba fotografi di acara Ulang Tahun Sekolah. Dan kayaknya, mau disuruh ikut lomba desain batik sama anak-anak kelas. Matilah.

Sibuk ya? Wkwk, udah maunya. Kangen kesibukan.

Hff. Jujur gue nggak tau mau nulis apa -_-. Ini aja nulis karena kepengin, tapi gak ada ide. Makanya udah seminggu lebih absen dari blog ini.

Oya! Mau cerita.

Pas hari Rabu (11 Januari 2012), gue minjem laptop sama nyokap. Biasa nyokap orang sibuk dan di kantor nggak kedapetan PC kantor, nyokap kelimpungan. Akhirnya nyokap bilang: "Kamu mama beliin iPad aja deh, yah sejenisnya lah, yang simple."

Awalnya gue kira nyokap cuma spik doang. Nggak serius. Tiba-tiba pas di jalan nyokap nelepon:

"Nanti pas istirahat di sekolah kamu telepon mama ya, buat nanya ke Om Yuli. Om Yuli punya, jadi kita tanya spek teknisnya aja."

Astaga nyokap gue beneran serius.

Sekarang gue lagi berusaha buat merayu nyokap buat beliin iPad. Bukan Galaxy Tab. Bukan Tablet PC. Bukan laptop juga. iPad udah 'kecantol' di hati.

Dessy mau iPad ma! Jangan berubah pikiran ya maa :3

Maaf tulisannya nggak berkualitas.

Salam mimpi punya iPad.